Senin, 03 Agustus 2020

Cerita Tentang Pra Eklampsia

Pra Eklampsia


            Kali ini saya mau sharing Cerita Tentang Pra Eklampsia yang pernah dialami sewaktu hamil Umar lima tahun yang lalu. Tadinya tidak pernah ada bayangan akan mengalami namanya Pra Eklampsia. Karena sebenarnya ya pernah baca cuman memang tidak terlalu intens. Hingga akhirnya setelah melahirkan secara Caesar, akhirnya saya baru paham gejala atau cirri Pra Eklampsia yang lalai saya ketahui. Jadi yuk kita kenali Pra Eklampsia agar bisa melahirkan dengan nyaman tanpa trauma.

Apa Itu Pra Eklampsia?

Sebelum saya cerita tentang pengalaman kehamilan Pra Eklampsia, mau cerita sedikit dulu tentang Pra Eklampsia yang di bahas juga secara detail oleh bidan kita. Pra Eklampsia ini kondisi yang terjadi pada kehamilan yang memasuki usia 20 minggu. Biasanya ditandai dengan tekanan darah tinggi padahal tidak ada riwayat hipertensi. Dan Pra Eklampsia ini merupakan tahapan sebelum Eklampsia yang biasanya di sertai kejang. Pra Eklampsia sendiri merupakan penyebab kematian nomer dua di dunia pada ibu hamil. Kebayang kan betapa berbahayanya kondisi ini.

 

Saat saya hamil trimester pertama, sama seperti bumil kebanyakan saya mengalami Morning Sickness. Bahkan bukannya naik, berat badan saya turun sampai lima kilo. Tapi setelah mulai nyaman, trimester kedua berat badan mulai naik. Bahkan cenderung over. Sampai disini saya beneran ga ngeh kalau kenaikan berat badan ibu hamil tidak boleh lebih dari 20 kilo. Sedangkan saya sampai melahirkan mengalami kenaikan sampai 22 kilo hiks.


Baca Juga : Selamat Datang Minggu ke 38

Untuk tensi pun, setiap periksa kehamilan cenderung normal dan rendah sech. dan kondisi HB pun normal. Benar – benar tidak ada gejala yang menonjol. Sampai akhirnya saya mengalami yang namanya kaki bengkak dan juga wajah yang bengkak. Ada yang bilang normal, tapi menurut nakes yang saya temui di posbindu di sarankan untuk cek lab. Cek lab pun hasilnya masih normal. Karena normal saya pun masih santai saja.

Cuman badan saya memang sudah ga nyaman sama sekali. kerasa banget ada yang salah. Sampai akhirnya saat akan melahirkan dan di tensi entah kenapa yang biasanya tensi 90 mendadak menjadi 150. Dan sesek nafas saat mulai berbaring. Akhirnya cek lab dan setelah keluar hasilnya ternyata urine protein plus dua. Akhirnya diputuskan untuk operasi Caesar.

Gejala Pra Eklampsia

Setelah melahirkan dan sudah cukup bisa beraktivitas, saya mulai mencari tahu sebenarnya apa sech faktor resiko yang bisa menyebabkan Pra Eklampsia. Untuk lebih komplit bisa cek di bidan kita ya

           

 1. Kehamilan Pertama Kali.

2. Hamil dengan usia Dini kurang dari 20 tahun.

3. Riwayat Hipertensi.

4. Obesitas.

5. Hamil di atas usia 35 Tahun

 

 Saya sendiri memang obesitas saat hamil, ditambah dengan kenaikan berat badan berlebihan di atas 20 kilo. di tambah lagi hasil cek lab urine saya protein plus dua. Jadi rasanya melahirkan dengan cara caesar mungkin menjadi pilihan yang paling tepat.

Apa yang Harus dilakukan Saat di Vonis Pra Eklampsia?

Nah, kalau memang sudah di diagnosa terjadi Pra Eklampsia, ada baiknya untuk mengikuti prosedur yang di sarankan oleh dokter. Ada baiknya memang sebelum hamil untuk memperbanyak bacaan tentang kehamilan yang aman dan sehat.

Jangan panik ya moms, karena Pra Eklampsia ini bisa di lakukan tindakan oleh dokter kok. Meskipun memang Pra Eklampsia ini akan mempengaruhi janin. Jadi jangan malas untuk mencari tahu ya mom's tentang kehamilan. Knowledge is Power.


Mudah - mudahan postingan Cerita Tentang Pra Eklampsia ini bisa membantu teman - teman yang sedang hamil ataupun sebagai bahan bacaan teman - teman. Oiya, sharing dong buat teman - teman yang mungkin pernah mengalami Pra Eklampsia. Selamat Menikmati kehamilannya ya..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar